Sunday, September 27, 2009

Ditemukan Planet Baru yang Bisa Ditempati

Jumat, 18 September 2009 06:04 WIB 14 Komentar
Penulis : Mario Aristo


Ditemukan Planet Baru yang Bisa Ditempati

Planet Corot-7b--AP
PARA astronom menyatakan bahwa mereka akhirnya menemukan suatu tempat baru di luar tata surya yang dapat ditinggali oleh manusia. Hanya, saat ini, alam di tempat baru tersebut sangatlah keras, termasuk suhunya yang sangat panas.

Hal tersebut terkuak ketika para ilmuwan luar angkasa tersebut menjelajah luar angkasa dan menemukan 300 lebih planet di luar tata surya kita. Meskipun pada umumnya berbentuk bola gas yang tidak padat, namun tim astronom asal Eropa telah mengkonfirmasikan bahwa mereka menemukan sebuah planet, planet Corot-7b, yang padat berbatu di luar tata surya.

Pentingnya batuan di sebuah planet baru merupakan syarat mutlak bagi para astronom sebelum merekomendasikannya dapat ditinggali oleh penduduk bumi. "Alasannya, seluruh manusia pada dasarnya hidup di atas batu," ujar Direktur Fasilitas Observatori Thuringer di Jerman, Artie Hartzes.

Namun, Artie juga menambahkan bahwa suhu di planet Corot-7b sangatlah panas. "Diandaikan, planet tersebut sedikit terlalu dekat dengan mataharinya," ujar Aertie. Bila saja tidak sepanas itu, sudah mutlak planet tersebut siap untuk ditinggali.

Artie menyatakan bahwa suhu di planet Corot-7b mencapai 3.600 derajat Fahrenheit atau hampir 2.000 derajat Celcius. Planet tersebut berotasi dalam durasi 20 jam dengan kecepatan 466 mph atau hampir 750 ribu km/jam. Bobotnya diyakini lima kali lipat bobot bumi. "Memang panas. Planet Corot-7b disebut planet lava," tambah Artie.

Penemuan planet tersebut diyakini sebagai penemuan besar dalam usaha menemukan tempat hidup selain di bumi ini. Meskipun belum mampu merekomendasikan penduduk bumi untuk pindah ke planet tersebut, diyakini penemuan planet Corot-7b akan menyemangati para astronom untuk menemukan planet-planet lain yang dapat ditinggali oleh penduduk bumi. (AP/*/OL-04)

Sejarah Nama Indonesia

Posted by Darwis Suryantoro on October 28, 2007

Malang, 14 September 2004

Yogyakarta, 28 Oktober 2007

Keywords : Indonesia, asal-usul, paskibra, sejarah Indonesia

Resumed by : Darwis Suryantoro (Surya Nusantara)

Nama Indonesia berasal dari “Indo” dan “Nesie” (dari bahasa Yunani : Nesos) berarti Kepulauan Hindia. Adapun kata “Nesos” itu hampir berdekatan dengan kata “Nusa” dalam Bahasa Indonesia, yang berarti pulau. Orang pertama yang menggunakan nama Indonesia ialah James Richardson Logan (1869) dalam kumpulan karangannya berjudul “The Indian Archipelago and Eastern Asia” terbit dalam Journal of the Asiatic Society of Bengal (1847-1859). Pertama kali dipakai nama Indonesia pada tahun 1850.

Begitu pula Sir William Edward Maxwell (1897) seorang ahli hukum berkebangsaan Inggris yang menjabat sebagai sekretaris jenderal straits settlements yang kemuduian menjadi gubernur Pantai Mas pernah memakai nama ini di dalam kata pembukaan buku “Penuntun Bahasa-bahasa Melayu” hasil karyanya sendiri. Dalam buku ini ia menulis “The Island of Indonesia.”

Nama Indonesia dipopulerkan oleh Profesor Adolf Bastian (1826-1905) seorang ahli ethnology dan anthropology bangsa Jerman yang pernah menjadi guru besar pada universitas di Berlin dalam ilmu bahasa. Bastian ini pernah menulis sebuah kitab bernama “Indonesian Odder Die Inseln des Malayaschen Archipelago” (1884-1889). Dalam bukunya ini ia menegaskan arti kepulauan ini. Sarjana ini berpendapat bahwa Kepulauan Indonesia meliputi suatu daerah yang sangat luas, di dalamnya termasuk Madagaskar di barat, sampai Pulau Formosa di timur dan dengan Nusantara sebagai pusatnya, adalah merupakan suatu totalitas. Dengan demikian maka sudah sejak tahun 1850 dan 1884 nama Indonesia telah dikenal dalam ilmu pengetahuan Indonesia, terdiri dari kurang-lebih 10.000 pulau, 3.000 pulau diantaranya berpenduduk dan didiami manusia. Luasnya meliputi 1.491.564 km ².

Adapun dalam dunia politik nama Indonesia sudah mulai dipergunakan oleh para mahasiswa kita di Negeri Belanda pada tahun 1922 dengan mendirikan perkumpulan yang bernama Perhimpunan Indonesia. Sesudah itu pada tahun 1927 Ir. Soekarno dan kawan-kawan mendirikan suatu partai politik dengan nama Persyarikatan Nasional Indonesia yang kemudian berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia.

Tahun 1912 sebetulnya secara tidak langsung ini sudah dipergunakan, yaitu sewaktu dr. Tjipto Mangunkusumo, dr. E.F.E. Dauwes Dekker dan Suwardi Surjaningrat mendirikan parpol bernama Indische Partij. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa baru sejak lahirnya pergerakan nasional, nama Indonesia ini dipergunakan untuk mengganti sebutan Nederlandsch-Indie.

Segala usaha pada zaman sebelum pecahnya perang dunia II, untuk mengganti dalam perundang-undangan sebutan Nederlandsch-Indie dengan Indonesia; dan Inboorling, Inlander, Inheemsche dengan Indonesia tetap mengalami kegagalan, dimana pihak koloni Belanda selalu mendasarkan keberatan-keberatannya atas dasar pertimbangan “Juridis.” Nama Indonesiers hanya boleh dipakai secara resmi dalam surat-menyurat saja (surat edaran 10 Oktober 1940). Sesudah UUD Belanda mengalami perubahan yang berlaku sejak 20 September 1948, barulah dalam UU sebutan Nederlandsch-Indie diganti menjadi Indonesia.

Selain nama Indonesia ada lagi 7 nama yang telah diberikan oleh bangsa asing kepada kepulauan Indonesia ini.

1. Hindia

Nama Hindia ini adalah buatan dari Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah berkebangsaan Yunani (484-425 SM) yang dikenal sebagai bapak Ilmu Sejarah. Adapun nama Hindia ini baru digunakan untuk kepulauan ini, oleh Polomeus (100-178), seorang ahli ilmu bumi yang terkenal. Dan nama Hindia ini menjadi terkenal, sesudah Bangsa Portugis di bawah pimpinan : Vasco da Gama mendapati kepulauan ini dengan menyusur sungai Indus tahun 1948 M.

2. Nederlandsch Oost-Indie

Nama ini diberikan oleh orang-orang Belanda sesudah mereka berkuasa. Kemudian nama ini ditukar dengan “Nedelandsch Indie.” Seperti diketahui, Bangsa Belanda untuk pertama kalinya ke Indonesia pada tahun 1596 dibawah pimpinan Cornelis de Houtman.

3. Insulinde

Nama ini diberikan oleh E.D. Dekker (Multatuli) di dalam bukunya Max Havelar tahun 1860, kemudian nama ini dipopulerkan oleh Prof. P.J. Veth. Multatuli membuat nama baru ini karena ia jijik mendengar nama Nederlandsch Indie yang diberikan oleh Belanda. Adapun asal usul perkataan tersebut ialah berasal dari perkataan “Insulair,” “Insula,” dan “Indus.” Insula bahasa latin yang berarti pulau. Indus berarti Hindia, sedangkan Insulinde artinya ialah pulau Hindia.

4. Nusantara

Nama ini ditemukan dalam perpustakaan India kuno, yang menyebut negeri ini Nusantara. Adapun Nusantara atau Dwipantara artinya adalah pulau-pulau yang berada diantara benua-benua. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan, bahwa nusantara ialah pulau-pulau di luar tanah Jawa. Sedangkan dalam sejarah Melayu dipakai nama NUSA TAMARA. Nama inipun sesungguhnya berasal dari perkataan yang diucapkan Nusantara.

5. The Malay Archipelago

Nama ini dibuat oleh Alfred Russel Wallace dalam tahun 1869, sesudah ia mengadakan perlawanan ke tanah air, dari tahun 1854-1862. Adapun “Malay”-artinya ialah Melayu, sedangkan “Archipelago” dari Bahasa Belanda atau Perancis ; “Archipel” yang berasal dari Bahasa Yunani; “Archipelagus” (dari asal kata Archi = memerintah; plagues = laut). Dengan demikian berarti menguasai laut, atau berarti kumpulan pulau-pulau Melayu.

6. L’Inde Insulair

Nama “L’Insulair atau ‘L’Archipel” adalah karya dari Jean Jacquues Elisee Recles (1830-1905) bersama saudaranya Mesime Racles. Nama ini tidak begitu dikenal dan tidak masyur, karena umumnya hanya orang Perancis sajalah yang mempergunakannya.

7. Hindia Timur

Nama ini adalah karya khas dari ogranisasi Muhammadiyah, yang digunakan di masa penjajahan dahulu untuk mengganti nama “East Indies”. Nama tersebut digunakan resmi oleh organisasi ini. Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di kota Yogyakarta.

Demikinlah sejarah singkat mengenai asal-usul nama Indonesia serta nama lainnya diberikan kepada tanah air kita yang cantik dan kita cintai ini.

Kehidupan Laut Antartika Lebih Beragam Daripada Galapagos 27


JAKARTA, RABU – Pulau-pulau yang ada di sekitar kutub selatan khususnya Antartika ternyata dihuni ribuan makhluk hidup. Temuan ini menarik karena lingkungan di Antartika sangat dingin, tidak hangat seperti wilayah tropis.

Tim ilmuwan internasional yang terdiri 23 orang dari lima badan riset menemukan surga kehidupan laut yang tersembunyi di Kepulauan South Orkney, dekat batas terluar Antartika. Sebanyak 1.224 spesies ditemukan di sana dari bulu babi, moluska, serangga, hingga burung. Lima spesies di antaranya diperkirakan baru dari jenis lumut laut dan isopoda.

Jumlah ini sedikit lebih banyak daripada kekayaan organisme di Hawaii, Kepulauan Karibia, bahkan Kepulauan Galapagos yang hanya dihuni 800 jenis hewan laut. Sekitar sepertiga spesies yang ditemukan di South Orkney belum pernah ditemukan di sana sebelumnya, misalnya tiga jenis gurita, empat jenis siput laut, lima jenis bulu babi, dan satu jenis bintang laut.

“Kelimpahan yang tak diperkirakan sebelumnya di kawasan Antartika merupakan pembanding penting untuk memantau bagaimana hewan-hewan ini merespons lingkungan di masa depan,” ujar David Barnes, seorang biolog kelautan dari British Antarctic Survey (BAS) yang memimpin penelitian ini.

Temperatur laut di Antartika telah mengalami kenaikan satu derajat Celsius dalam 50 tahun terakhir. Suhu udara di atasnya juga naik sedikit lebih rendah dalam periode yang sama. Hal tersebut diduga merupakan akibat pemanasan global yang dapat mengganggu kehidupan di muka Bumi. *

Memilih Disain Blog: Antara “Professional” dengan “Personal”

Sekilas pemilihan desain blog hanya berdampak pada segi tampilan blog itu sendiri, tapi bukan berarti disain itu menjadi sesuatu yang kurang penting. Beberapa mungkin saja akan mengatakan bahwa disain menjadi salah satu penentu kelangsungan sebuah website. Jadi konten yang bagus sebaiknya tentu diimbangi dengan desain yang bagus pula. Dan yang lebih penting dalam hal ini adalah bukan hanya keindahan tata letak website/blog, tetapi juga pada kesesuaian tema/konten website/blog dengan desain template atau theme yang dipakai.

Dalam hal blog khususnya, saya telah mengamati disain dari puluhan blog dari blogger-blogger ternama. Dari situlah saya melihat kalau ada semacam kesesuaian antara desain yang digunakan dengan tema konten yang ditulis di blog tersebut. Blog-blog korporat atau blog yang membahas tentang bisnis dan make money online misalnya, cenderung mempunyai disain yang sederhana namun tetap enak dilihat dengan banyaknya konten, banner, iklan sponsor, dan video yang didukung dengan sistem navigasi yang sangat baik yang membuat pengunjung lebih leluasa dan mudah untuk menjelajahi konten dan arsip-arsip blog tersebut. Blog yang seperti ini biasanya tidak menggunakan banyak gambar/grafik pada tampilannya – biasanya hanya logo, banner dan icon-icon lainnya – dan banyak memanfaatkan script dan layout CSS. Dan biasanya setiap space yang ada juga dimanfaatkan, terutama pada sidebar dan footer yang banyak dipasang banner sponsor dan daftar link. Bahkan saya menemukan semacam aturan khusus dalam pembuatan disain blog professional.

Beberapa blog terkenal yang mempunyai disain dengan ciri-ciri seperti ini diantaranya Problogger, Entrepreneurs Journey, dan Shoemoney. Dari dalam negeri kita mengenal thegadgetnet.com dan CA.com. Kalau boleh saya menyebutnya dengan disain “professional”.

Tak hanya desain “professional” yang dipakai blogger-blogger terkenal. Banyak juga dari mereka yang memilih template yang lebih “personal” yang mengandalkan keindahan dari seni disain grafis. Theme yang semacam ini banyak memasukkan gambar/grafik yang lumayan besar ukurannya, tidak hanya logo, tetapi juga gambar yang dipakai sebagai background dan layout utama dari blog itu sendiri. Dengan sedikit banner komersial atau bahkan tidak sama sekali, biasanya para seleb blog yang memakai template semacam ini pada blog pribadinya. Blog pribadi tersebut tentunya tidak banyak membahas tentang bisnis atau uang, tetapi topik-topik di luar itu, seperti blog diary, photoblog, musik, tutorial disain grafis, dan sebagainya. Selain itu disain semacam ini banyak dipakai oleh para web designer di blog pribadi mereka. Walaupun banyak memakai file-file gambar yang tentunya memperlambat proses download, tapi kebanyakan blog seperti ini tetap memperhatikan kenyamanan bernavigasi bagi pengunjung. Beberapa blog yang memakai disain blog seperti ini adalah Photo Matt, WordPress Rockstar, Far From Fearless, Kent Pribbernow, Rob Goodlatte, Jared Christensen, Blogsolid, dan sebagainya. Theme gratisan yang semacam itu juga ada, diantaranya Notepad Chaos, WordPress Fun, Desk Mess, Coffee Desk, dan lain-lain.

Apapun topik yang diangkat oleh blogger di blog, baiknya tetap memperhatikan kesesuaiannya dengan theme yang dipakai. Tidak perlu membuang dolar untuk tema premium, cukup cari ribuan tema gratis yang sudah tersedia. Bagi yang mempunyai skill di bidang disain web dan grafis tentunya akan lebih mudah membuat template apa saja yang diinginkan.

Bagaimanapun ini cuma pendapat saya sebagai seorang blogger amatir. Masih banyak yang harus saya pelajari dalam hal ini, terutama dari para master dan rekan-rekan sekalia